Subscribe:

Sabtu, 28 Desember 2013

Makna Tidur Bayi


Ngorok bukan cuma dialami oleh Anda saja, bayi mungil juga bisa! Bayi punya beberapa kebiasaan ajaib saat tidur. Kenali yuk apa saja!
  • Menjedotkan kepala. Tiba-tiba Anda sudah melihat bayi mungil Anda menggerakkan kepala ke arah tembok atau sisi-sisi boksnya.  Ia terlihat seperti hendak membenturkan kepalanya, padahal tidurnya sangat pulas. Polah ini terjadi pada bayiusia 6 bulan. Sebenarnya ia sedang asyik menggerakkan badannya saat tidur. Kadangkala gerakannya ekstrim, hingga terlihat seperti membenturkan salah satu anggota tubuh. Padahal gerakan itu salah satu cara untuk menenangkan dirinya sendiri. Anda hanya perlu memberikan pengamanan ekstra di sekitar tempat tidur atau boksnya agar anak terhindar dari cidera.
  • Mendengkur. Bayi mengeluarkan suara seperti ngorok saat tidur karena kualitas tenggorokannya masih lunak. Seiring bertambahnya usia suara seperti ‘mendengkur ini akan menghilang. Namun ada faktor lain dibalik mendengkurnya bayi, yaitu karena ada penyumbatan pada saluran pernafasan. Penyumbatan ini bisa datang dari lendir yang berasal dari sisa-sisa air susu yang menempel di tenggorokannya. Jika mendengkur karena alergi, jangan ragu untuk datang ke dokter untuk mencari sumber alerginya dan ‘menyelesaikan’ alerginya.
  • Berhenti bernafas. Napas bayi tiba-tiba berhenti saat tidur dikenal sleep apnea. Gangguan ini terjadi karena adanya penyempitan jalan nafas yang mengakibatkan udara tidak bisa masuk dan keluar. Akibat oksigen yang merosot dan kadar karbondioksida yang banyak, anak akan terbangun disertai suara hentakan keras seolah nafas baru terbebas. Proses bangun ini disebut bangun mikro, di mana gelombang otak terbangun tapi anak tidak terjaga. Ini akan terjadi secara berulang sehingga membuat kualitas tidur bayi Anda berkurang. Anak yang menderita sleep apnea perkembangan fisik dan otaknya akan terganggu. Anda dapat konsultasikan masalah ini pada dokter anak.
  • Berkeringat deras. Beberapa bayi berkeringat lebih banyak saat tidur. Mekanisme mendinginkan suhu badan pada beberapa anak pun terkadang berlebihan, sehingga keringatnya banyak, walaupun cuaca atau udara di sekitar anak tidak terlalu panas. Keringat yang berlebihan biasanya bukan merupakan pertanda adanya penyakit tertentu, kecuali bila ia berkeringat karena menggunakan baju atau selimut berlapis-lapis. Ini dapat memicu sleep apnea atau overheating yang dapat memicu sindroma kematian bayi mendadak. Di luar itu, hal yang perlu Anda perhatikan adalah jaga suhu kamar tetap stabil -sekitar 18-23ºC- dan segera mengganti bajunya jika basah agar tidak masuk angin.
  • Gigi gemeretak. Suara aneh ini muncul setiap bayi tidur. Ternyata sumbernya berasal dari dalam mulutnya. Kebiasaan ini sering terjadi saat bayi memiliki gigi pertamanya. Tidak ada yang aneh karena penyebabnya adalah sensasi dari gigi barunya itu. ‘Adukan’ rasa sakit dan gatal dari gigi dan gusinya membuat bayi bermain-main dengan gigi dan gusinya. Anda perlu khawatir dan segera berkonsultasi ke dokter bila keadaan seperti ini terjadi terus-menerus di satu malam, tanpa henti.

Jumat, 27 Desember 2013

Fenomena Bedong Bayi



Tradisi membedong bayi adalah tradisi turun temurun masyarakat di Asia. Bayi-bayi di Eropa atau Amerika, sejak lahir dibiarkan bebas tanpa bedong tidak seperti bayi di Asia pada umumnya.

Banyak orangtua (generasi kakek nenek)  kemudian menurunkan kebiasaan ini kepada para orangtua baru. Namun tidak sedikit para orangtua baru ini menolak. Alasannya bervariasi, dari sekadar tren mengikuti gaya bayi ala barat sampai alasan keamanan. Ternyata selain membawa manfaat, membedong bayi pun ada risiko nya. 

Plusnya:

• Menghangatkan tubuh
Menurut DR. dr. Rini Sekartini, SpA(K), membedong adalah salah satu cara untuk membuat bayi merasa hangat. Sewaktu di dalam rahim, bayi terbiasa tidur meringkuk dalam ruang yang ketat. Membedong bayi baru dapat memberikan suasana yang sama seperti dalam rahim sehingga membuat mereka tidur lebih nyaman. Selain itu juga dengan dibedong membantu bayi terhindar dari hipotermi atau kedinginan. Bedong biasanya dipakai dalam minggu pertama sampai kedua kehidupan bayi.

• Menghindari luka cakaran kuku
Kuku bayi tumbuh dengan cepat dan seringkali mereka menggaruk wajah tanpa sengaja akibat gerakan yang tiba-tiba. Saat bayi di bedong, tangan mereka tentunya tidak dapat bergerak bebas sampai menggaruk dan melukai wajah.

Minusnya:
• Dislokasi pinggul
Ternyata, disamping memiliki manfaat, membedong juga memiliki risiko. Menurut dr. Margareta Komalasari, SpA, membedong bayi terlalu kencang dapat menghambat pertumbuhan tulang dan mengakibatkan dislokasi pinggul. Ketika bayi sedang belajar bergerak, tubuhnya dibalut terlalu erat dengan bedong sehingga menyebabkan ruang geraknya terbatas. Pendapat yang mengatakan bahwa bedong justru bermanfaat membantu meluruskan kaki bayi itu adalah pendapat keliru. Sejak lahir, bentuk kaki bayi memang membentuk huruf O. Namun, memasuki usia 6 bulan kaki bayi baru akan mengalami pertumbuhan dan akan lurus dengan sendirinya. 

• Kepanasan
Betul jika dikatakan membedong bayi dapat membantu menghangatkan tubuh anak. Sebaiknya tidak membedong terlalu ketat, apalagi dengan menggunakan kain yang tebal. Ini mengakibatkan ia kepanasan. Namun bila dilakukan terlalu ketat ditambah suhu yang cukup panas, membedong dapat mengakibatkan bayi kepanasan. Hal ini dapat menyebabkan hipertermia atau kepanasan pada bayi Anda.

• SIDS – Sudden Infant Death Syndrome
Sebaiknya hentikan membedong jika bayi Anda bergerak sangat aktif karena berisiko ia akan terguling dan terperangkap dalam bedongnya sendiri. Selain itu, bedong yang terlalu ketat juga membuat bayi kesulitan bernapas dan ini bisa meningkatkan risiko SIDS. 

Bunda boleh saja membedong bayi, namun perhatikan hal-hal berikut ini:
• Hindari membedong bayi terlalu kencang 
• Pilih jenis kain bedong yang terbuat dari katun, elastis dan lembut di kulit bayi
• Bedong bagian tubuh bayi saja. Hindari menutup kepalanya
• Jika sudah memasuk usia 2-3 bulan sebaiknya bayi tidak lagi dibedong, karena bayi sudah aktif bergerak dan dapat membuka bedongnya sendiri. Kain bedong dapat menutupi wajah dan hidung bayi sehingga menghambat pernapasan mereka.

Jadi, dibedong atau tidak tak jadi masalah selama dilakukan dengan tepat.

Bubur Nasi Tofu


Saat balita sakit radang tenggorokan, berikan makanan bertekstur halus dan lembut, seperti hidangan ini. 

Bahan: 
25 gram beras.
650 cc kaldu. 
25 gram dagig ayam, cincang halus.
30 gram tofu, potong kecil. 
30 gra, wortel parut, halus. 
2 sendok makan margarin. 

Cara membuat: 
  1. Campur beras dengan kaldu, masak sambil sekali-kali diaduk hingga menjadi bubur. 
  2. Masukkan ayam, masak hingga ayam matang. Masukkan tofu dan wortel, masak hingga wortel lunak. Tambahkan margarin, aduk terus. Angkat. Sajikan hangat. 

Tim Saring Hati


Anak anemia perlu meningkatkan konsumsi makan yang kaya zat besi (Fe). Seperti, hati ayam dan bayam. 

Bahan: 
30 gram nasi aron. 
30 gram hati ayam, cincang halus.
30 gram bayam, cincang halus. 
1 sendok makan margarin. 
500 cc kaldu. 

Cara membuat: 
  1. Masak nasi aron hingga menjadi bubur. 
  2. Masukkan hati ayam, masak hingga matang.
  3. Tambahkan bayam dan margarin, masak sambil diaduk hingga bayam lunak. Angkat, saring. Sajikan hangat. 
Untuk 2 porsi
kalori per porsi: 88 Kalori

Bubur Bayam Avokad


Anak sembelit umumnya karena pola makan yangi kurang serat. Berikan menu ini untuk si 6-9 bulan yang sedang sembelit. 

Bahan: 
50 gram daun bayam, cincang halus. 
500 c air. 
50 gram avokad, haluskan. 
1 sendok makan margarin. 

Cara membuat: 
  1. Rebus bayam hingga layu. 
  2. Masukkan margarin, masak sebentar, angkat.
    masukan avokad, aduk rata. 
  3. Sajikan hangat. 
Untuk 2 porsi
Kalori per porsi: 67 kalori.

Pisang Kuah


Pisang mengandung pektin yang membantu penyerapan air. Berikan saat anak diare. Untuk si 6-9 bulan. 

Bahan:
2 buah pisang ambon, kupas, potong dadu kecil
250 cc air
1/4 sendok teh kayumanis


Cara membuat:
  1. Rebus pisang bersama air dan kayumanis. Aduk hingga mendidih dan gula larut. Angkat.
  2. Sisihkan pisang dari kuahnya, haluskan dengan saringan. Tuang ke dalam mangkuk, siram dengan kuahnya.
Untuk 2 porsi
Kalori per porsi: 83 kalori

Hunkue Pisang Madu



Saat anak demam tifoid, beri makanan lembut dan lunak sehingga mudah ditelan dan dicerna usus. Seperti hidangan ini. 

Bahan: 
50 gram tepung hunkue, larutkan dengan air secukupnya. 
250 cc susu cair.
1 buah pisang ambon, iris melintang 1 cm. 

Saus madu: 
50 gram maizena, larutkan dengan sedikit air. 
100 cc susu cair.
2 sendok makan madu. 

Cara membuat: 
  1. Didihkan susu, masukkan larutan hunkue sambil diaduk hingga matang dan licin (tidak mengeluarkan gelembung), angkat. 
  2. Tuang adonan hunkue ke dalam mangkuk, taruh potongan pisang di atasnya dan biarkan mengeras. Sajikan dengan saus madu. 
Saus madu: 
  1. Didihkan susu, masukkan maizena sambil diaduk.
  2. tambahkan madu, aduk rata. 
Untuk 2 porsi
Kalori per porsi: 375 Kalori

Jumat, 11 Februari 2011

Muqaddimah

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

          Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad, sang penutup Nabi-nabi, kepada keluarga, dan para sahabatnya.

          Dengan memohon pertolongan dari Allah dan berpegang pada kekuatan Allah, penulis akan memulai pembahasan ini. Namun sebelum itu, alangkah baiknya bila Anda para pembaca mengenal saya. Nurma Yunita Isnaini adalah nama lengkap saya, biasa di panggil Uyu’. Saya lahir di kota adipura Kota Kediri, tanggal 27 Juni 1996. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan di MAN KOTA KEDIRI 3, kelas XII-IPA 6. Sebenarnya, blog ini lahir kembali setelah mati suri selama 3 tahun untuk memenuhi tugas dari guru TIK kami yaitu Ibu Dra. Nurul Amanati. Saya menghadirkan blog ini dalam judul DUNIA ANAK, KALEIDOSKOP ANAK TEROPONG BINTANG JATUHNYA untuk berbagi ilmu seputar pengetahuan yang menyangkut bayi dan balita, sebagaimana cita-cita saya yang ingin menjadi Dokter Anak.  Saya mengucapkan terimakasih kepada Bu Nurul, semoga ilmu yang beliau ajarkan mendapat barokah dari  Allah SWT, dan semoga blog ini dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya, terutama ayah dan bunda, amin.


Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh